Dapatkah Madrasah Sejajar Dengan Lembaga Lain ?
Madrasah Harus Bisa Sejajar dengan Lembaga Pendidikan lain
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Lembaga pendidikan madrasah dituntut
melahirkan terobosan-terobosan baru guna meningkatkan kualitas dan mutu
sekolah. Potensi sumber daya manusia yang dimiliki madrasah tak kalah
dengan lembaga sekolah umum lainnya.
Apalagi, seperti dikatakan
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Sutami,
tantangan globalisasi ke depan membutuhkan peran aktif alumni madrasah.
"Buktikan kalau madrasah bisa sejajar dengan sekolah umum," ujar dia
saat membuka secara resmi Kompetisi Kreativitas Madrasah (Madrasah
Creativity Competition /MCC)di Jakarta, Sabtu (27/11).
MCC, tutur
Sutami, adalah ajang menggali bakat, minat, dan prestasi siswa di
tingkat MTsN di wilayah DKI Jakarta. MCC perlu ditingkatkan, sambungnya,
hingga menjadi tolok ukur keberhasilan proses belajar-mengajar yang
dilakukan oleh para guru dan melibatkan seluruh MTs tak hanya negeri
tapi swasta.
Tujuan MCC, papar Sutami, untuk memacu perkembangan
madrasah dalam rangka menghadapi tantangan global. Para murid madrasah
penting dibekali bahasa yang merupakan alat komunikasi dan kunci
gerbang ke dunia luar. "Minimal dua bahasa, yaitu Arab dan Inggris,"
ungkapnya.
Sutami mengemukakan pemerintah berupaya meningkatkan
pemberdayaan dan pengembangan madrasah, baik dari sisi pendanaan
ataupun peningkatan SDM guru dan siswa melalui pelatihan dan beasiswa.
Tak terkecuali lembaga-lembaga pendidikan madrasah swasta yang
memerlukan perhatian ekstra. Utamanya, memberikan bimbingan manejerial
dan kurikulum pendidikan yang memadai.
Dia menyebutkan, di DKI
Jakarta terdapat 492 madrasah ibtidaiyyah setara SD, 234 madrasah
tsanawiyah setingkah SMP, dan 86 madrasah aliyah setara SMA. "Sekitar
88 persen dari jumlah tersebut masih dikelola swasta," ujar dia.
0 komentar:
Posting Komentar
Poskan Komentar Anda