70 Persen Guru Belum Melek Komputer
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 70 persen guru di DI Yogyakarta
belum melek komputer. Padahal, saat ini kemampuan menguasai komputer
mutlak dimiliki guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Hal ini
menjadi keprihatinan khusus dalam memperingati Hari Guru Nasional yang
jatuh 25 November.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia
(PGRI) DIY Zainal Fanani mengatakan, di zaman ini, ketidakmampuan guru
di bidang komputer dapat menciptakan jurang pengetahuan antara guru dan
muridnya. Akibatnya, fungsi guru sebagai sumber pengetahuan dapat tak
berlaku lagi.
”Rata-rata anak-anak sekarang sudah menguasai
komputer dengan sangat baik. Kalau guru tidak menguasai, murid bisa
jadi lebih lebih pintar dan luas pengetahuannya karena telah banyak
membaca dari internet,” katanya di Yogyakarta, Kamis (25/11/2010).
Saat
ini terdapat sekitar 51.000 guru di seluruh DIY. Beberapa di antaranya
bahkan diketahui tidak bisa mengoperasikan aplikasi internet. Banyak
guru yang tidak menguasai komputer ini adalah guru-guru yang berusia tua
dan guru yang tinggal di pedesaan.
Guru yang belum melek
komputer mengakibatkan pengajaran tidak berkembang. Selain itu, hal ini
juga dikhawatirkan menurunkan wibawa guru di hadapan peserta didik
sehingga fungsi pengajaran tidak bisa berjalan dengan baik.
Rp 100.000 sebulan
Menurut Zainal, tingkat kesejahteraan
guru sangat menentukan penguasaan teknologinya. Sebagian guru tidak
menguasai komputer karena memang tidak mampu mengadakan sarana dan
prasarana yang diperlukan. ”Di DIY masih ada guru yang gajinya Rp
100.000 sebulan. Gaji seperti ini tentunya tidak bisa digunakan untuk
membeli komputer,” tuturnya.
Di samping itu, penyebab lain
karena tidak adanya semangat guru untuk mempelajari hal-hal baru.
Adanya tunjangan sertifikasi seharusnya membuat guru lebih
mengembangkan diri sesuai dengan ilmu dan teknologi yang berkembang
saat ini.
Pelaksana Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi
Asrori berharap, meningkatnya kesejahteraan guru selama beberapa tahun
terakhir diharapkan mendorong guru untuk makin mengembangkan diri.
”Saya berharap tunjangan profesi berkorelasi positif pada kualitas
pengajaran pada anak-anak,” katanya.
Berbagai program pendidikan
dan pelatihan berusaha dilakukan pemerintah untuk meningkatkan
kemampuan guru di bidang komputer. Salah satunya adalah pengiriman
lebih kurang 10 guru DIY ke Jepang oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan
Olahraga Provinsi DIY pada tahun ini.
”Mereka dikirim untuk
dilatih membuat bahan ajar dan mengajar menggunakan teknologi
informatika dan komputer,” kata Kepala Bidang Perencanaan dan
Restandardisasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Baskara Aji,
beberapa waktu lalu
0 komentar:
Posting Komentar
Poskan Komentar Anda